Posts

Showing posts with the label Accarita

Bakul Maulid: A Celebration of Love and Devotion

Image
Bakul Maulid: A Celebration of Love and Devotion - In the heart of Indonesian culture, Bakul Maulid stands tall as a cherished celebration, encompassing the spirit of love, devotion, and unity. This vibrant event holds great significance for Muslims around the archipelago, bringing communities together to honor the birth of Prophet Muhammad (peace be upon him). Let's delve into the rich tapestry of Bakul Maulid, exploring its history, traditions, and the profound meaning it holds for believers. Read More: Maulid dan Cinta Rasul di kampungku Table of Contents Bakul Maulid: A Celebration of Love and Devotion The Significance of Prophet Muhammad's Birth The Origins of Bakul Maulid Preparing for Bakul Maulid: Festive Preparations The Rituals and Observances of Bakul Maulid 4.1 The Maulid Procession 4.2 Recitation of Praises and Poetry 4.3 Acts of Charity and Giving The Joyous Atmosphere of Bakul Maulid Bakul Maulid Across Different Regions

Ammatoa

Image
Ilustrasi (Foto: Media Indonesia)  “Jagai lino lollong bonena, kammayatompa langika, rupa taua siagang boronga” Bohe itu punya badan gemuk dengan lipatan daging yang tebal di leher dan perutnya. Kulitnya cokelat sawo terang. Ia duduk bersila menggunakan sarung hitam khas Kajang. Ia pakai passapu, kain kepala khusus lakilaki Kajang. Tapi yang ia pakai berbeda. Ia seorang pemimpin. Makanya ada dua pucuk dipassapunya. Dari sebelah jendela ia duduk, nampak mukanya yang bundar diterpa angin siang. Ia pria 70 tahun yang bermuka khas dengan tahi lalat hampir di seluruh mukanya. Ketika berbicara, tahi lalat itu bergerakgerak dengan bibir yang selalu melempar senyum. Pria lebih setengah abad itu seorang Ammatoa. Begitulah ia dipanggil. Ammatoa duduk di atas tampin ketika saya masuk ke mukimnya. Rumahnya hanya berupa tiga ruangan dengan satu tempat utama untuk menerima tamu. Di ruangan itu juga, di sebelah kirinya, tanpa sekat adalah dapur. Di situ ada istrinya. Saat masuk, saya langsung disambu

Cinta Pesan Kemanusian Iqbal

Image
Oleh : Alik Nino C.S.pd Subuh yang damai, rasa-rasanya tidak seperti subuh saya yang lalu-lalu. Diluar sana gema semesta terdengar mellow dengan melodi hujan melengkapi segalanya. Sejak terbangun subuh tadi, seperti biasa aku hendak membaca. Sebenarnya akhir-akhir ini saya mulai membiasakan cepat bangun pagi, selain ingin mengubah kebiasan buruk bangun jam 11 siang, saya juga ingin punya jadwal yang rutin dalam membaca.  Karena alasan ini maka jadwal membaca saya pindah jam tayang; waktu subuh tepatnya. Sebelumnya saya punya jadwal membaca yang buruk, dimana selera membaca saya hadir disitu pula saya sedang membaca. Yaa...selera jadi indikator membaca Namun namanya selera tidak selamanya hadir, ia hanya sesaat. Karena itu membaca sangat tidak rutin saya laksanakan. Selain membaca, sayajuga menyempatkan untuk menulis apa saja yang ada di dalam kepalaku yang membentak hendak keluar.  Sebab ketika tidak keluar kepala saya jadi panas dan saya tidak mau kepala saya terasa pan

Maulid dan Cinta Rasul di kampungku

Saya sengaja memakai baju berwarna tua supaya jelas pembeda saya dan bakul maulid yang penuh dengan warna-warni cerah. Hahaha Maulid di kampung saya sudah menjadi hajatan yang setiap tahunnya kami laksanakan, seperti biasanya bakul berisikan telur dan songkolo menjadi penebar maulid cita rasa Nusantara. peringatan maulid dikampung saya Setiap kepala rumah tangga memiliki satu sampai lima bakul, satu bakul untuk dinikmati bersama satu anggota keluarga dan beberapa diantara diberikan kepada penitia maulid, untuk dibagikan ke masyarakat yang tak punya bakul yang tak sempat mebuat bakul dan jua diberikan kepada para kafilah Barazanji. Ada yang unik dari peringatan maulid kami adalah bakul maulid yang dibuat dikumpulkan di masjid lalu panitia maulid menukar bakul kami dengan bakul warga yang lain, ibarat Kado ulang tahun kami saling tukar kado. Sehinggah jikalau acar sudah selesai masing-masing warga membawa pulang bakul hasil tukara lalu dibukanyalah dengan penuh rasa penasa

Mengapa Filsafat?: Sebuah Testimoni

Oleh : Sabara Nuruddin SH, M.fil.i Filsafat itu ruwet, menyesatkan, tidak ada gunanya, bahkan berbahaya, itu kata orang yang sebenarnya tak mampu berpikir. Filsafat itu ruwet memang, tapi lebih lagi ruwet kehidupan yang dijalani dengan pikiran yang kacau, tidak sistematik, dan dengan dasar yang tidak jelas. Filsafat itu ruwet karena sebetulnya ia ingin mengurai benang kusut kehidupan dengan menjernihkan pikiran yang keruh. Kita sering menderita dan kacau karena persoalan-persoalan yang tidak jelas. oleh “persoalan” yang sebenarnya bukan persoalan. Filsafat hendak menjernihkan peta persoalan dalam hidup kita. Filsafat menambah gagasan, memeprdalam kemampuan analisis kita, dan memperkuat argumentasi. Filsafat itu menyesatkan, tapi lebih menyesatkan orang yang tidak mengerti pendapatnya sendiri, tdk tau pilihannya sendiri, sikap dan prilakunya lebih karena mengikuti kecenderungan org lain di sekelilingnya. Orang seperti ini tidak mengetahui apa yang ia yakini dan gamang den

Wajah Pemuda di Era Global

Oleh : Muhajir S.pd “Berikan aku 10 pemuda, maka niscaya akan kuguncang dunia”. Begitulah kiranya Bung Karno pernah berucap. Sebuah ungkapan yang kemudian hari sangat terkenal. kedengarannya begitu utopis. Tapi, jika ditelisik lebih jauh, ia punya makna yang sangat dalam. Sebuah tamsil akan kepercayaan tinggi Bung Karno terhadap pemuda. Bahwa Bung karno, punya keyakinan besar terhadap  kekuatan pemuda sebagai corong perubahan. Tak bisa kita sangsi, bahwa kemerdekaan Indonesia bermula dari gerakan pemuda. Melalui organisasi-organisasi kepemudaan, dikumpulkanlah pemuda-pemuda, kemudian dididik untuk menjadi gelombang utama perubahan tatanan sosial Indonesia, menjadi pelakon utama revolusi. Dalam sejarah Indonesia, kita dapat temukan nama-nama organisasi kepemudaan seperti Sarekat Islam, Budi Utomo, Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI),  Perserikatan nasional Indonesia (PNI), Jong Java, Jong Minahasa, jong Celebes, dan “Jong-Jong” lainnya.  Semua itu menjadi wadah terbentu

Mempertanyakan semangat Nasionalisme Pemuda Hari ini

Sumpah pemuda yang jatuh pada 28 oktober, adalah bukti bahwa pemuda mempunyai peranan penting dalam bangssa, kita bisa melihat fakta sejarah dimana sederetan nama pemuda Indonesia yang turut andil dalam memerdekakan Indonesia dengan semangat nasionalisme anti-kolonial pada saat itu. pemuda hari ini berdiri di atas keringat dan darah yang mengucur akibat perlawanan terhadap kolonialisme dimasa silam. Lantas, apakah pemuda hari ini memiliki semangat yang sama ? sebuah pertanyaan yang mungkin bagi sebagian orang sangat kontradiktif, karena mungkin dianggap tidak relevan lagi pemuda melawan kolonialisme, mungkin pemuda hari ini mengatakan “kita sudah merdeka, saatnya menikmati kemerdekaan itu”. Yah memang betul kita sudah tidak melawan penjajahan bangsa asing(Kolonialisme), tapi apakah hanya itu bentuk penjajahan ? tidak, masih banyak beentuk-bentuk penjajahaan lainnya. Bila kita berkaca di eropa, kapitalisme sebutannya, tapi untuk negeri dunia ketiga seperti Indonesia, imperialisme nam

UIT : Peningkatan Surplus atas nama Pendidikan

 Tulisan ini sebenarnya telah di buat pada bulan juli lalu, tapi hanya sebatas memuaskan hasrat menulis, di tengah badai yang mengguncang, akhirnya memaksa penulis untuk membuka kembali rak-rak di laptopnya, kemudian merevisi tulisannya. Universitas Indonesia timur, kampus swasta yang terletak di jl.rappocini raya dan abd.kadir ini adalah kampus bagi kurang lebih 20.742 manusia yang sedang meng-asa cita-citanya . Universitas Indonesia timur adalah perguruan tinggi yang di naungi yayasan haruna., kampus yang berdiri sejak tahun 2001-sampai sekarang ini memasuki usia nya yang ke 15, dimana bagi manusia, usia 15 adalah masa produktivitasnya tengah berkembang. Sekarang saya tidak ingin berlarut-larut dalam profil kampus yang menjadi trend discussion para penikmat kopi ini. Sebagai PT Swasta, Universitas Indonesia timur tentulah tidak seperti Perguruan Tinggi Negeri yang mendapatkan biaya pembangunan dan segala macam embel-embel pendidikan dari pemerintah, lalu darimanakah segala m

Semarak Menelusuri Ilmu dan Aqidah : Jalan Hijrah Menuju Intelegensia Muslim

Image
Training Dasar LDSI Al-Muntazhar Periode 2013-2015.

LDSI Al-Muntazhar, Apa dan Kenapa?

Image
Sabara Nuruddin**) A.    Mukaddimah Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma Shalli ala Sayyidina Muhammadin wa ala alihi Sayyidina Muhammad wa ajjil farajahum. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Yang mulia Ayahanda Pendiri dan kawan-kawan penanti yang saya cintai. Salam LDSI! 8 tahun kisaran waktu, tanpa terasa mengiring pasang-surut semangat, gerak, dan kiprah. Walau begitu, pendar impian tak pernah pudar, terus merona menyuluh semangat untuk terus mematri bakti yang meski kecil tapi riil dalam bingkai visi besar ideologi universal, Islam dengan Pandangan Dunia Tauhid sebagai dasar, kecintaan pada Allah, Rasul-Nya, dan Ahlulbait suci sebagai modal.  8 tahun mungkin masih terlalu kecil yang kita lakukan (sekecil kelompok kita tentunya), mungkin ibarat setetes air dari apruh burung Bulbul yang hendak memadamkan api Namrud. Pendar pencerahan yang kita berikan pun mungkin masih sekecil titik cahaya di tengah gelap nan gulita. LDSI Al-Muntazhar adalah salah satu un