Posts

Showing posts with the label Ceramah Revolusioner

Surat Imam Khomeini kepada Gorbachev

Image
 Imam Khomeini (Tengah) Dengan nama Allah yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang Kepada Yang Mulia Tuan Gorbachev Ketua Presidium Uni Soviet Dengan keinginan demi kebahagiaan dan kesejahteraan Anda dan rakyat Uni Soviet. Semenjak Anda memegang kekuasaan, timbul kesan bahwa Anda, dalam menganalisa masalah politik dunia, khususnya yang timbul menyangkut Uni Soviet, telah mendapati diri dalam era baru penafsiran kembali, peralihan dan tantangan. Keberanian dan keteguhan Anda menghadapi kenyataan internasional tersebut nampaknya akan membawa perubahan pertimbangan kekuasaan di dunia sehingga saya merasa perlu meminta perhatian Anda pada beberapa hal berikut ini. Meskipun sikap dan keputusan Anda yang baru itu hanya terbatas pada bagaimana cara mengatasi problema kepartaian selain dilema bangsa Anda, namun keberanian Anda meninjau kembali ideologi yang selama bertahun-tahun telah memenjarakan kaum revolusioner dunia dalam tirai besi, pantas mendapat pujian. Tetapi jika Anda

Peringatan Maulid dan Refleksi Kecintaan Kepada Nabi

Image
Dimuat di harian Fajar edisi Sabtu 26 Januari 2013 Sabara Nuruddin Peneliti Bidang Kehidupan Keagamaan Balai Litbang Agama Makassar Seorang laki-laki dari kalangan Anshar datang menemui Rasulullah saw, ia mengadu kepada baginda Nabi, “Ya Rasulullah, aku tidak tahan berpisah denganmu, jika aku masuk ke rumahku, lalu aku ingat dirimu, aku tinggalkan harta dan keluargaku, aku lepaskan kerinduanku dengan memandangmu.  Lalu, aku ingat pada hari kiamat, pada hari itu engkau dimasukkan ke surga dan ditempatkan di tempat yang paling mulia, bagaimana aku, ya Nabi Allah?”.  Beliau tidak menajwab, tidak lama setelah itu, turunlah ayat,  “ Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul, mereka itu akan bersama-sama orang-orang yang Allah anugerahkan nikmat, yaitu para nabi, para shiddiqin, para syuhada, dan para shalihin, dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya,  (QS, an-Nisa:69).  Begitu ayat tersebut turun, Rasul memanggil laki-laki tersebut dan membacakan ayat itu dan memberikan kabar gembi

Kurban: Sebuah Ritus Universal

Diterbitkan di Harian Fajar Edisi Sabtu 4 Oktober 2014 Oleh: Sabara Nuruddin Peneliti Bidang Kehidupan Keagamaan Balai Litbang Agama Makassar “Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah),”  (QS. Al-Hajj (22); 34) Jika kita mempelajari tradisi agama atau kepercayaan mana pun, maka kita pasti menemukan salah satu ritus penting yang bahkan menjadi inti ajaran sebuah agama atau kepercayaan, tradisi tersebut adalah tradisi kurban. Bahkan, secara modus, tradisi kurban yang dipraktekkan oleh tiap-tiap agama dan tradisi memiliki kemiripan, yaitu pada momen tertentu menyembelih binatang ternak tertentu untuk dipersembahkan kepada Tuhan atau Dewa. Kenapa kurban menjadi bagian sangat penting dalam

Puasa dan Pencerdasan Hawa Nafsu

Oleh, Sabara Nuruddin Peneliti Bidang kehidupan Keagamaan Balitbang Agama Makassar Diterbitkan di Harian Fajar Edisi Selasa 8 Juli 2014 "Medan pertama yang harus kamu hadapi adalah nafsumu sendiri. Jika kamu menang atasnya maka terhadap yang lainnya kamu lebih menang. Dan jika kamu kalah dengannya maka terhadap yang lainnya kamu lebih kalah. Karena itu, cobalah kamu berjuang melawannya dahulu." (Imam Ali bin Abu Thalib kw) Alkisah sepulang dari Badar, perang akbar pertama antara umat Islam dan kaum  kuffar , di mana pasukan muslim yang jumlah tiga kali lebih kecil berhasil peroleh kemenangan yang gilang-gemilang. Tiba-tiba di tengah sorak-sorai dan yel-yel kemenangan, Rasulullah saww bersabda yang memecah euforia massa, “sesungguhnya kita baru saja dari jihad kecil dan bersiaplah untuk jihad yang lebih besar”. Para sahabat pun heran dan bertanya; “Ya Rasulullah, perang apa lagi yang lebih besar dari perang Badar ini?”, Lelaki agung itu menjawab; “Jihad akbar (perang

Pluralisme dalam Alquran: Pluralitas Manusia dalam Kesatuan Nilai Universal Kemanusiaan

Oleh : Sabara Nuruddin    Peneliti Bidang Kehidupan Keagamaan Balitbang Agama Makassar Dimuat dalam harian Fajar edisi Kamis 16 Mei 2013 Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikanNya satu umat saja, tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberianNya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan, hanya kepada Allah kembali kamu semuanya, lalu diberitahu kepadamua apa yang kamu perselisihkan itu (al-Maidah (5 ):48).  Tauhid merupakan doktrin dasar yang paling fundamen dalam ajaran  Islam. Seorang muslim, diwajibkan untuk menginternalisasi Tauhid sebagai paradigma (pandangan dunia) dalam mengarungi kehidupan. Selama lebih separuh masa dakwah Rasulullah saw (+ 13 tahun) memfokuskan perjuangannya pada internalisasi Tauhid di masyarakat Arab (Quraisy). Tauhid, bukan sekedar pengakuan atau persaksian bahwa tiada Ilah selain Allah, tapi pemaknaan terhadap Tauhid melampaui dari sekedar p